Feeds:
Posts
Comments

Surabaya adalah kota industri, jasa dan perdagangan, karena sumbangan ketiga sektor tersebut terhadap PDRB Surabaya mencapai angka lebih dari 70%. Sebagai kota Industri, jasa dan perdagangan di era globalisasi ini, dimana kehidupan manusia tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, maka sudah selayaknya kota Surabaya menyediakan layanan publik yang berbasis TI (Teknologi Informasi) agar semua stakeholder kota, baik aparat pemerintah, pengusaha maupun warga kota mulai tingkat RT/RW dengan mudah dapat mengakses semua informasi yang dibutuhkan lewat internet yang merupakan jendela dunia.

Istilah cyber biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan internet atau dunia maya. Berbicara tentang internet tak dapat dipisahkan dengan Teknologi Informasi (TI) yang biasanya terkait erat dengan piranti canggih yang disebut komputer, baik Personal Computer (PC), Lap Top/Notebook ataupun Smart phone. Jadi istilah cyber city dapat diartikan sebagai Kota Maya, atau Kota dimana semua warganya sudah “Internet Minded” dalam artian semua warganya sudah terbiasa mengakses internet untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan maupun untuk beraktifitas sehari-hari. Singkat kata, Surabaya cyber city berarti Surabaya adalah sebuah kota yang berbasis TI.

Mengapa impian Surabaya Cyber City perlu diwujudkan? Karena ada ungkapan terkenal :”Barang siapa menguasai informasi, maka dia akan menguasai dunia”. Oleh karena itu penguasaan TI oleh semua stakeholder kota menjadi satu hal yang tidak dapat ditawarkan lagi. Terlebih lagi di zaman yang serba “e” saat ini, seperti : e-government, e-procurement, e-shop, e-banking, e-book dan masih banyak e yang lain. Oleh karena itu, sangat tepat kiranya jika Surabaya Cyber City adalah suatu tuntutan zaman.

Sebenarnya, mimpi Surabaya Cyber City sudah kian dekat dengan kenyataan, karena sejak 2 tahun terakhir gaung perubahan menuju Surabaya cyber city telah terasa. Pemerintah Kota Surabaya telah melaksanakan sistem kerja yang berbasis TI, misalnya: sistem e-procurement untuk lelang barang dan jasa, serta adanya pembangunan taman taman kota yang dilengkapi WI-FI, sebuah sistem sambungan internet nirkabel. Selain itu, Pemerintah kota Surabaya juga melaksanakan pelatihan internet bagi 1000 orang pegawainya, serta melaksanakan program Surabaya Broadband Citizen, yaitu pemasangan titik hotspot dilokasi lokasi tertentu. Selain itu, beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD ) telah melaksanakan layanan berbasis TI.

Usaha Pemkot Surabaya untuk mewujudkan Surabaya Cyber City, memang sudah cukup gencar, namun usaha tersebut terkesan kurang optimal jika masih banyak warga kota ditingkat RT/RW yang masih “gaptek” alias gagap teknologi (belum bisa menggunakan perangkat TI maupun mengakses internet). Untuk itu diperlukan gerakan masif untuk mengupayakan agar warga kota ditingkat RT/RW segera terbebas dari “gaptek” . Sebetulnya mewujudkan gerakan memberantas “gaptek” bagi warga kota ditingkat RT/RW ini, tidak sulit. Pemkot Surabaya sudah punya pengalaman yang berharga dalam mengajak warga kota untuk “peduli” sesuatu. Simak saja keberhasilan program “Surabaya Green and Clean”. program ini berhasil mengajak warga kota ditingkat RT/RW untuk peduli pada masalah kebersihan, keindahan dan reduksi sampah diwilayahnya masing masing. Nah, kenapa tidak kita adop saja program Surabaya Green and Cleand ini untuk mengajak warga kota ditingkat RT/RW agar peduli dengan TI, agar mereka internet minded. Caranya ?? Bikin saja program “Lomba kampung Cyber”, misalnya, dimana program ini melibatkan: Pemkot Surabaya, Perusahan Pemasok Komputer, Perusahaan penyedia Jasa internet, LSM peduli TI, Komunitas Blogger di Surabaya, media cetak dan tokoh tokoh masyarakat yang peduli TI. Diharapkan dengan program ini, maka Surabaya Cyber City dapat segera menjadi kenyataan. kalau tidak sekarang…. Kapan Lagi  ???

Kawan saya yang satu ini memang jempolan,ditengah tengah kesibukan sebagai politisi di senayan, namun dia akhirnya dapat meraih gelar akademik tertinggi di negeri ini, yaitu gelar Doktor. Hebatnya lagi, kawan saya ini basic ilmunya adalah ilmu hukum, namun disertasi Doktornya mengambil tema kebijakan perbankan.  Oleh karena itulah walau dia sebetulnya dari komunitas ilmu hukum, namun belakangan ini kawan saya ini sering sekali berkumpul dengan komunitas saya yaitu IKAFE UNAIR.

Nah, tadi malam 27 april 2008, bertempat di Elmi Hotel surabaya,rekan Taufikurrahman Saleh, kawan baik saya ini yang anggota DPR-RI Komisi II melaksanakan tasyakuran atas berhasilnya menyelesaikan program doktor di Universitas Brawijaya. Tasyakuran yang khusus dihadiri oleh kawan kawan IKAFE UNAIR ini berjalan gayeng, mulai 19.30 s/d 21.30 WIB.

Semoga keberhasilan kawan yang satu ini dapat menginspirasi kita semua bahwa menuntut ilmu itu tidak kenal umur, tidak kenal jabatan dan tidak kenal kesibukan,  yang penting niat !!

Bravo cak Taufik… 

Tanggal 27 maret 08, sekitar pk. 15.20 saya masuk ke website antara news, mengklik berita : Menkominfo mengatakan pemblokiran situs porno berdasarkan akal sehat. Betapa terkejutnya saya, karena disamping berita tersebut terdapat kolom iklan yang menawarkan online gratis ke situs situs porno. Saya coba masuk… dan astaga benar benar bejat orang yang menyelipkan iklan tersebut.

Apakah ini ulah hacker atau ulah pemilik situs situs porno sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana Menkominfo ???  Wallahualam ..

 Saya punya teman, namanya Arif Affandi , dulu wartawan dan sekarang jadi Wakil Walikota Surabaya. Baru baru ini dia melaunching blog nya karena rindu untuk menulis artikel seperti dulu waktu masih jadi wartawan.

Tak disangka tak dinyana, baru beberapa saat blog nya di launching sudah banyak kawan, penggemar atau blogger lain yang mampir ke blog nya,  dan asyiknya ternyata disela sela kesibukannya sebagai Wakil Walikota, dia masih sempat membalas komentar atau keluhan kawan kawan ataupun para blogger yang menanyakan berbagai masalah.

Yang lebih hebat lagi, di blog nya tersebut, dia juga menyediakan kolom khusus yang bernama Suara Publik, hebat kan Wawali yang satu ini, sebab dengan adanya Suara Publik di blog nya tersebut, maka segala macam uneg uneg warga Surabaya tentang berbagai permasalahan kota dapat disampaikan disini,  selain dapat pula disampaikan lewat email dinasnya.

Saya betul betul kagum dengan teman yang satu ini, karena dia berobsesi supaya kotanya menjadi Surabaya Smart City/Surabaya Cyber City. pengertian Surabaya Smart City mencakup, semua Aparat pemkotnya, semua Warganya sudah IT/Internet Minded, sehingga mereka tidak kehilangan ataupun ketingalan informasi, apalagi dizaman yang serba cepat berubah seperti saat ini. Bukankah orang bijak mengatakan, siapa yang menguasai informasi, maka dia akan menguasai dunia…

Bravo Arif Affandi, temanku yang Wawali Surabaya, semoga dengan kehadiran anda sebagai Wawali, maka Surabaya segera terwujud menjadi Surabaya Smart City/Surabaya Cyber City.

waduh betul betul awak lagi apes hari ini, 

bagaimana tidak, jaringan speedy saya tiba tiba rewel, sehingga sulit

akses internet, terutama ke provider luar negeri, padahal  jatah speedy

saya masih sekitar 400 MB.

kalo kita telat bayar langganan speedy pasti didenda and bisa bisa

jaringan diputus, nah kalo lagi kejadian begini apa pelanggan speedy

dapat kompensasi ??? dengan terganggunya jaringan speedy ini tentunya

jutaan pelanggan speedy kecewa berat, apa lagi perbaikannya cukup lama

bahkan harus datangkan kapal dari singapura. nah apa dong komentar

kamu kamu semua ???? aku tunggu nich….. 

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.